Itikad Tidak Baik dalam pendaftaran merek

Sebutan itikad tidak baik dalam registrasi merk bisa kita temukan di dalam Pasal 4 UU Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merk ialah” Merk tidak bisa didaftar atas dasar Permohonan yang diajukan oleh Pemohon yang beritikad tidak baik”.

Ada pula uraian Pasal 4 tersebut diatas merupakan:

Pemohon yang beritikad baik merupakan Pemohon yang mendaftarkan Mereknya secara layak serta jujur tanpa terdapat hasrat apapun buat membonceng, meniru ataupun menjiplak ketenaran Merk pihak lain demi kepentingan usahanya yang berdampak kerugian pada pihak lain itu ataupun memunculkan keadaan persaingan curang, mengecoh ataupun menyesatkan konsumen. Selaku contoh, Merk dagang A yang telah diketahui warga secara universal semenjak bertahun- tahun ditiru sedemikian rupa sehingga mempunyai persamaan pada pokoknya ataupun keseluruhannya dengan merk dagang A tersebut. Dalam contoh itu telah terjalin itikad tidak baik dari peniru sebab setidak- tidaknya pantas dikenal faktor kesengajaannya dalam meniru Merk Dagang yang telah diketahui tersebut.

Uraian lebih lanjut menimpa hasrat buat membonceng, meniru ataupun menjiplak ketenaran Merk pihak lain dipaparkan dalam sebagian Yurisprudensi selaku berikut ialah: vonis Nomor. 1269 L/ Pdt/ 1984 bertepatan pada 15 Januari 1986, vonis Nomor. 220 PK/ Perd/ 1981 bertepatan pada 16 Desember 1986 serta vonis Nomor. 1272 K/ Pdt/ 1984 bertepatan pada 15 Januari 1987, Mahkamah Agung berkomentar kalau owner merk beritikad tidak baik, sebab sudah memakai merk yang teruji sama pada pokoknya ataupun sama pada keseluruhannya dengan merk pihak lawannya. Disana sudah terjalin peniruan merk yang legal kepunyaan orang lain. 1

Bersumber pada Uraian serta Yurisprudensi diatas, hingga seorang bisa dikatakan mendaftarkan mereknya dengan itikad tidak baik bila berlawanan dengan Pasal 6 UU Nomor. 15 Tahun 2001 Tentang Merk: pendaftaran merek

Pasal 6

Permohonan wajib ditolak oleh Direktorat Jenderal apabila Merk tersebut:

memiliki persamaan pada pokoknya ataupun keseluruhannya dengan Merk kepunyaan pihak lain yang telah terdaftar lebih dulu buat benda serta/ ataupun jasa yang sejenis.

memiliki persamaan pada pokoknya ataupun keseluruhannya dengan Merk yang telah populer kepunyaan pihak lain buat benda serta/ ataupun sejenisnya.

Memiliki persamaan pada pokoknya ataupun keseluruhannya dengan indikasi- geografis yang telah diketahui.

Syarat sebagaimana diartikan pada ayat( 1) huruf b bisa pula diberlakukan terhadap benda serta/ ataupun jasa yang tidak sejenis sejauh penuhi persyaratan tertentu yang hendak diresmikan lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Permohonan pula wajib ditolak oleh Direktorat Jenderal apabila Merk tersebut:

ialah ataupun menyamai nama orang populer, gambar, ataupun nama tubuh hukum yang dipunyai orang lain, kecuali atas persetujuan tertulis dari yang berhak.

ialah tiruan ataupun menyamai nama ataupun singkatan nama, bendera, lambang ataupun symbol ataupun emblem negeri ataupun lembaga nasional ataupun internasional, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang.

ialah tiruan ataupun menyamai ciri ataupun cap ataupun stempel formal yang digunakan oleh

negeri ataupun lembaga Pemerintah, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang.

Baca Juga : Tumbuh Sehat, Tumbuh Bahagia

Seorang bisa diprediksi mendaftarkan mereknya dengan itikad tidak baik bila seorang tersebut tidak mempunyai hasrat sama sekali buat mempergunakan mereknya buat aktivitas perdagangan benda ataupun jasa serta cuma bermaksud buat menghalang- halangi owner merk populer yang belum mendaftarkannya di Indonesia, sehingga owner merk populer tersebut tidak bisa mendaftarkannya di Indonesia. Perihal ini cocok dengan Pasal 6 ayat( 1) b diatas serta pula dihubungkan dengan Pasal 61 ayat( 2) huruf a yang berbunyi” Merk tidak digunakan sepanjang 3( 3) tahun berturut- turut dalam perdagangan benda serta/ ataupun jasa semenjak bertepatan pada registrasi ataupun konsumsi terakhir, kecuali apabila terdapat alibi yang bisa diterima oleh Direktorat Jenderal”. Hingga seorang yang beritikad baik dalam mendaftarkan mereknya hingga ia wajib mempunyai hasrat buat mempergunakan mereknya dalam perdagangan benda ataupun jasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *