Air Fryer Risiko Kesehatannya Sama Seperti Menggoreng Pakai Minyak

Air fryer menawarkan konsep masak yang praktis dan lebih sehat. Tapi faktanya, menurut peneliti air fryer miliki risiko kebugaran yang mirip seperti menggoreng dengan minyak.
Belakangan air fryer jadi alat masak andalan kaum urban. Pelaku hidup sehat pun banyak yang mengandalkan alat masak ini.

Pasalnya mereka dapat menyantap makanan yang digoreng atau gorengan, tetapi tanpa minyak. Air fryer mengandalkan hawa panas untuk membawa dampak makanan renyah dan garing seperti makanan yang digoreng didalam minyak banyak.

Tak heran kecuali air fryer laris diburu dimana-mana, lebih-lebih harganya terhitung makin lama murah. Di Indonesia lebih-lebih ada air fryer dijual terasa dari Rp 500 ribuan Air Fryer Kirin .

Namun apakah pemanfaatan air fryer terlampau lebih bagus untuk kesehatan? Ternyata jawabannya tidak.

Dikutip dari South China Morning Post (19/2), Badan Konsumen (Consumer Council) di Hong Kong memperingatkan bahwa pemanfaatan air fryer tidak seutuhnya mengeliminasi risiko kebugaran yang nampak dari teknik menggoreng biasa.

Penggunaan air fryer terhitung dapat membawa dampak risiko timbulnya senyawa penyebab kanker seperti halnya makanan yang digoreng didalam minyak banyak. Peneliti Hong Kong mengungkapnya sesudah bereksperimen dengan 12 unit air fryer.

Baca Juga: Terlalu Sering Konsumsi Gorengan, Ini 5 Dampaknya untuk Tubuh

Mereka menggunakan air fryer dari merek-merek tidak sama tersebut untuk produksi kentang goreng beku. Hasilnya ternyata mengkhawatirkan.

Dari 12 unit air fryer yang diuji, ditemukan 6 unit air fryer mempunyai kandungan senyawa kemungkinan karsinogenik bernama akrilamida didalam kuantitas tinggi. Akrilamida terbentuk kala makanan seperti kentang diproses menggunakan temperatur yang tinggi.

Ketua penelitian, Nora Tam Fung-yee berharap seluruh pencinta makanan untuk tetap berhati-hati didalam konsumsi makanan yang digoreng, sama sekali cara memasaknya lebih sehat dari menggoreng biasa dengan banyak minyak.

Nora berujar, “Menggoreng dengan hawa adalah sejenis pemanggangan. Ini tetap kurang sehat sebab dapat menciptakan senyawa karsinogenik seperti akrilamida, lebih-lebih kecuali Anda memasak kentang goreng tidak tebal dengan suhu tinggi atau didalam kala lama.”

Ia terhitung mengingatkan supaya seseorang tidak terlampau sering makan gorengan. “Perhatikan terhitung porsinya,” ujar Nora.

Badan Konsumen Hong Kong menyebutkan risiko timbulnya akrilamida dapat dikurangi dengan mengatur kala dan temperatur memasak kenakan air fryer.

Temuan penelitian ini tampaknya bertentangan dengan belajar th. 2015 yang diterbitkan didalam Journal Food of Science. Kentang goreng yang dimasak dengan air fryer kala itu disebut miliki akrilamida yang lebih sedikit.

Tak heran kecuali setelahnya nampak perdebatan antara produsen air fryer dengan pengawas kebugaran di Hong Kong. Produsen air fryer lantas merekomendasikan pengguna untuk menurunkan temperatur dan mempersingkat kala memasak.

“Kami cuma menginginkan mengingatkan customer bahwa perlu kala Anda menggunakan air fryer, Anda memahami bahwa kemungkinan tetap ada beberapa bahaya kesehatan,” pungkas Nora.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *