5 Nasihat buat Anak Rantau dari Orangtua Budaya Batak Toba, Wajib Catat!

Sebutan “pantang pergi sebelum sukses” telah sebagai karakteristik spesial anak rantau berdasarkan putra-putri Batak Toba. Sudah semenjak terdahulu merantau sebagai sebuah keharusan bagi putra-putri Batak Toba. Mereka selalu diajarkan buat menemukan jati diri mereka sendiri, & diajarkan buat sanggup bertahan pada mana pun.

Baik anak pria juga anak wanita selalu dianjurkan orangtuanya buat merantau. Merantau bukan berarti pulang buat mencari pekerjaan saja, namun bagi orangtua Batak Toba, memberangkatkan anaknya merantau buat melanjutkan pendidikan merupakan sebuah kebanggaan, & berharap anak-anak mereka pergi menggunakan kesuksesan.

Lantaran itulah, orangtua Batak Toba selalu membekali putra-putrinya menggunakan petuah yg nantinya sanggup sebagai kapital mereka pada perantauan. Bagi engkau anak rantau wajib membaca petuah berikut ini.

1. Pantun hangoluan tois hamagoan (Sopan santun mendatangkan kehidupan, namun egois mendatangkan kehancuran) Nasihat ini selalu dititipkan sang orangtua manapun pada anak-anaknya, supaya putra-putrinya mempunyai karakter yg baik ke mana pun mereka pulang. Khususnya bagi anak rantau pesan ini selalu sebagai inti primer berdasarkan semua petuah orangtua Batak Toba.

Wajib mempunyai sopan santun & menghormati siapa pun yg kita temui selalu diajarkan sang orangtua Batak Toba pada anak-anak mereka. Lantaran itulah, bagi engkau yg sedang merantau harus memahami petuah ini.

Lantaran pada kehidupan konkret pun petuah ini selalu terbukti. Kita sopan berarti kita akan dihormati orang lain & punya poly teman, namun sifat egois kita akan menghancurkan kita & dijauhi seluruh orang.

2. Nabisuk nampuna hata, naoto tu panggadisan (Orang yg bijaksana akan mengendalikan, namun orang yg kurang pandai akan selalu dibodohi) Pesan ini adalah petuah orangtua Batak Toba pada anak-anak mereka, supaya mau belajar pada loka perantauan mereka. Pesan ini mengajarkan anak rantau supaya mau belajar pada mana pun mereka berada.Sebagai anak rantau yg baru bergabung menggunakan wilayah baru, niscaya nir mengetahui apa pun mengenai wilayah itu, maka berdasarkan itu orangtua selalu menasihatkan buat mau memelajari wilayah itu, supaya nir dibodoh-bodohi orang lain.

Nah, bagi engkau yg sedang merantau atau ingin merantau, pesan ini boleh engkau jadikan menjadi kapital pada loka yg ingin engkau tuju. Ingat pada mana pun engkau berada, wajib mau belajar hal baru, & jangan pernah menutup diri.

3. Jolo sinukkun marga harapan binoto partuturan (Tanya marganya dulu, izin memahami susunan kekeluargaan) Bagi orang www.pestabatak.com Batak Toba, menemukan orang yg semarga dengannya merupakan sebuah kebahagiaan. apabila bertemu menggunakan orang yg semarga dengannya, maka orang itu akan dijadikan menjadi famili pengganti orangtuanya pada loka perantauan.

Namun nir sporadis bagi pemuda-pemudi Batak Toba dikenal menggunakan nama “tar ito”, kata ini ada bila terdapat pemuda Batak Toba menyukai seseorang wanita , ternyata wanita itu mempunyai marga yg sama dengannya.

Nah, jadi bagi engkau pemuda-pemudi Batak Toba sebelum berniat berfokus ingat tanya marganya dulu ya. Agar nir terjadi yg namanya “tar ito”.

4. Biar kambing pada kampung sendiri, namun banteng pada perantauan (Biar lemah pada kampung sendiri, namun bertenaga pada perantauan) Nasihat yg relatif membakar jiwa pemuda-pemudi Batak Toba ini kerap diingat ke mana pun hendak pulang. Nasihat mengajarkan bagi anak rantau buat bertenaga pada mana pun, lebih baik terlihat lemah selama pada kampung, namun bertenaga pada negeri orang.

Nasihat ini selalu menyimpan sejuta arti bagi pemuda-pemudi Batak Toba, lantaran sebuah kesalahan bila dilakukan secara terbalik. Lantaran bagi mereka yg mengandalkan kemampuan pada kampung sendiri namun nir sanggup berjuan pada negeri orang dipercaya menjadi hal yg memalukan.

5. Marbisuk maho songon ulok, alai marroha songon dara pati (Bijak misalnya ular, namun setia bagaikan burung merpati) Nasihat ini berisi pesan krusial bagi anak rantau, supaya mempunyai pemikiran yg bijak, & hati yg ikhlas dan setia. Orang yg kita temui niscaya akan berbeda-beda, baik berdasarkan karakter & pemikirannya.

Lantaran itu kita wajib bijak pada tahu situasi. Namun kita jua diajarkan buat setia & ikhlas pada orang-orang yg telah mempercayai kita.

Nah, itulah beberapa petuah krusial berdasarkan seseorang orangtua Batak Toba pada putra-putinya, bagi engkau yg sedang merantau, permanen miliki karakter yg baik & perbuatan terpuji. Jangan pernah membuat malu berjuang, namun malulah ketika engkau nir sanggup & nir mau berusaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *